Kamis, 21 April 2011

Jepara

1 Kabupaten Jepara
Kabupaten Jepara memiliki luas wilayah 100.413.189 hektare atau 1.004,13 km persegi terletak pada posisi 3 23’ 20” sampai 4 9’ 35” bujur timur dan 5 43’ 30” sampai 6 47’ 44” lintang selatan. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Demak di sisi selatan, Kabupaten Pati dan Kudus di sebelah timur, dan laut Jawa di sebelah utara dan barat.

Dikaitkan dengan bentuk pulau Jawa, posisi itu sebenarnya kurang menguntungkan. Berada di ujung utara Pulau Jawa menjadikan Jepara tak terlewati jalur utama pantura. Namun posisi geografis ini justru menjadikan masyarakat Jepara kreatif mencari keunggulan kompetitif atas hasil karya mereka dalam mengembangkan perekonomian.
Sektor yang paling banyak digeluti adalah industri pengolahan. Ketekunan masyarakat dalam mengembangkan produk akhir di sektor ini, menjadikan produk mereka memiliki keunggulan kualitas dibanding daerah lain. Indikasinya adalah tingkat penerimaan pasar internasional terhadap produk industri pengolahan dari kerajinan Jepara.
Dimotori industri kerajinan furniture (mebel dan ukir), berbagai produk industri Kerajinan Jepara saat ini tercatat telah menembus pasar ekspor di seratus lebih negara di dunia. Di luar industri kayu, Kabupaten Jepara setidaknya memiliki 10 jenis industri lain yang menjadikan industri pengolahan mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat. Hampir seluruh industri kerajinan tangan ini berskala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Manfaat Industri Kerajinan di Jepara            
Tingginya kontribusi sektor pengolahan terhadap pengembangan perekonomian daerah dapat dilihat dari besarnya kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pada akhir tahun 2008 kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB tetap yang terbesar, yakni 27 persen (atas dasar harga berlaku). Berikutnya baru sektor pertanian (21,87 persen), sektor perdagangan, hotel, dan restoran (20,94 persen), sektor jasa-jasa (10 persen), dan sektor-sektor lain.
Indikasi lainnya adalah jumlah unit usaha yang sedemikian besar, serta ketersediaan lapangan kerja yang terlihat dari besarnya serapan tenaga kerja ke sektor tersebut. Tak dapat dimungkiri, sektor industri pengolahan telah menjadi sandaran utama bagi hajat hidup warga Jepara yang saat ini berjumlah 1.090.000 jiwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar